20 Jun 2016

Cerpen: Berdasar

0komentar
Cerpen ini sedang saya ikut sertakan dalam lomba cerpen yang diselenggarakan oleh NURANI1437 organized by HAWASI UII. Mungkin ini adalah cerpen perdana saya. Entah tulisan ini disebut cerpen atau tidak saya hanya ingin menulis. Menulis untuk belajar dan menulis untuk berbagi. Semoga bermanfaat.
Penutup senja.
Hujan mereda di Sleman, Yogyakarta.
Husam selesai memakai sarung. Dia sudah berpakaian rapi, memakai peci, dan tak lupa memakai minyak wangi. Husam bercermin. Dia sudah rapi. Siap untuk berangkat.
Hari ini adalah hari pertama Husam di bulan Ramadhan di tanah rantau, Jogja. Ramadhan kali ini juga menjadi Ramadhan kedua Husam tanpa kedua orang tua. Husam kehilangan kedua orang tuanya (meninggal) dua tahun silam. Tepat setelah lebaran. Kini dia hidup sendiri dan melanjutkan pendidikannya di Kota Pelajar.
Ada yang mengetuk.
“Sam, ayo berangkat” Suara Sopyar teman satu kontrakan Husam.
“Iya Sop, bentar”
Husam dan Sopyar pergi ke masjid untuk sholat isya dan tarawih. Seperti biasa mereka mengendarai motor karena jarak kontrakan sampai masjid cukup jauh hanya dengan berjalan kaki. Husam membonceng di belakang duduk menghadap samping seperti perempuan memakai rok saat berbonceng.

15 Mei 2016

Cerita: Tanggal Tuaku di Pesantren

0komentar
Ini adalah sebuah acara Kompetisi Blogger ShopCoupons X MatahariMall. Yang diselenggarakan oleh ShopCoupons. voucher mataharimall dan hadiah disponsori oleh MatahariMall.
mataharimall-kompetisi
Iseng-iseng akhir bulan gabut di kosan. Enggak bisa makan. scroll up, scroll down HP, eh tiba-tiba ada chat masuk dari temen. Ngasih tau kalau ada lomba nulis blog dari https://www.mataharimall.com/ isinya tentang menceritakan #KisahTanggalTuaku. Ada video tentang #JadilahSepertiBudi di akhir bulan yang sangat menginspirasi. Mungkin. Hahaha.

Gue jadi inget jaman dulu waktu gue masih di pesantren. Kisah santri di akhir bulan. Gini ceritanya...

Waktu Pagi

1 komentar

Menurutku waktu terbaik dalam satu hari adalah di waktu pagi. Terbaik untuk mengaji, terbaik untuk mensyukuri, terbaik untuk memulai, dan tak lupa terbaik untuk ngopi. Namun kebanyakan orang lebih memilih melewatkan. Memilih untuk tetap tinggal. Tinggal di bawah selimut dengan memeluk guling seraya berkata, “ah, mumpung masih ada waktu. Sayang kalau nggak dipake tidur”.


Kalian ingat apa yang sering orang jaman dulu bilang? “Jangan tidur pagi. Nanti rezekimu dipatok ayam”. Ku rasa mereka benar. Eh, maksudnya bukan benar di bagian “…rezekimu dipatok ayam”. Gini, jika kita lebih memilih untuk kembali tidur, kita akan melewatkan banyak hal indah di pagi hari. Udara dingin yang menyambut, fenomena habislah gelap terbitlah terang, cahaya mentari yang perlahan muncul menghangatkan, hembusan angin tenang yang mungkin tidak kita dapatkan selain di waktu pagi. Rezeki tidak harus masalah uang kan? Bukankah Rasulullah juga pernah bilang kalau waktu terbaik untuk berdoa dan beribadah adalah di waktu pagi -sepertiga malam terakhir-?


Kita sering lupa salah satu nikmat terindah dapat kita rasakan di waktu pagi. Nikmat bahwa kita dihidupkan kembali dari “mati” -tidur-. Kita masih diberi kesempatan untuk membuka mata kita, kesempatan untuk menjalani hidup kembali, kesempatan untuk memperbaiki kesalahan yang kita perbuat kemarin hari agar kita tidak menyesal di kemudian hari. Sudahkah kita mengambil kesempatan itu? Atau malah memilih untuk “mati” kembali?


Kau tau, kenapa orang sukses memiliki sedikit waktu tidur? Stay up late, get up early. Kurasa mereka sudah menyadari tentang pernyataan “…nanti rezekimu dipatok ayam”. Jadi gini, kita itu terlalu lama memimpikan hidup, sampai-sampai kita lupa untuk menghidupkan mimpi


Semoga kita termasuk orang-orang yang tidak menyia-nyiakan waktu pagi. Menjadikan pagi sebagai waktu terbaik untuk memulai. Karena aktivitas terbaik hari itu dimulai dengan pagi yang baik pula. Selamat pagi dan selamat beraktivitas.

7 Feb 2016

0komentar

Kajian Ahad Pagi 7 Februari 2016, Spesial di Masjid Bilal bin Rabah karena Auditorium dipakai para calon santri baru.
Teknologi bukan lagi sekadar untuk kesenangan yang menghilangkan kebosanan tetapi media dan sumber ajar yang memudahkan ustadz untuk mencapai kesuksesan berda'wah
Masjid sebagai pusat kehidupan dan perubahan...

PS: makin kece aja nih mudir gua :D

Mengejar Sempurna

2komentar
Setiap orang menginginkan kesempurnaan. Entah itu hasil kerja yang sempurna, nilai ujian yang sempurna, kuliah di universitas ternama, dan pasti tentunya jodoh yang sempurna. Kita selalu menuntut sesuatu harus memiliki nilai yang sempurna. Seperti, ketika kita mendapati hasil ujian kita tidak mendapatkan nilai yang sempurna. Melihat hasil kerja kita selama ini ternyata tidak mendapatkan IPK cumlaude (sempurna) Serasa seperti ada yang mengganjal di dada, bukan?

Mungkin ketika kita menentukan kriteria jodoh seperti apa yang kita ingin kan.
"Aku ingin istri yang sholehah, hafidzah, pinter masak, dokter, cantik, putih, bla bla bla..." Hey, sudah cukup sempurna kah kita untuk pantas mendapatkan istri "sesempurna" itu?

Sempurna.
Bisakah kita mengejar kesempurnaan? Adakah sesuatu di dunia ini yang sempurna?
Kita selalu merasa kurang akan diri kita sendiri. Merasa bahwa diri kita tidak seberuntung dia atau mereka. Pernah kah kita merasa bahwa apa yang telah kita dapat saat ini terlihat sempurna juga dihadapan orang lain? kehidupan yang selama ini kita jalani rupanya sangat didamba-dambakan oleh orang lain. Nilai ujian yang kita anggap "hanya mendapat B" ternyata menjadi sebuah hasil yang memuaskan bagi orang lain. Smartphone yang kita anggap butut ketinggalan zaman ternyata sudah sangat maju dan canggih di mata orang lain. Universitas yang kita katakan "nggak keren" dimana kita kuliah saat ini ternyata banyak seklai orang yang menginginkan untuk menuntut ilmu di sana

Perjalanan

0komentar
Kebun Teh Kemuning, Karanganyar
Perjalanan adalah tentang pemaknaan.
Perjalanan mengajarkan kita arti dari sebuah pengertian dan toleransi. Lewat perjalanan kita memiliki kesempatan untuk mengenal manusia dengan lebih manusiawi. Mau kah kita sedikit berhijrah dan membuka pikiran untuk menerima hal-hal baru? Karena banyak salah paham lahir dari ketidaktahuan.

Jadi, kapan kita traveling bareng?
 

My Online Note © 2010

Blogger Templates by Splashy Templates