7 Feb 2016

0komentar

Kajian Ahad Pagi 7 Februari 2016, Spesial di Masjid Bilal bin Rabah karena Auditorium dipakai para calon santri baru.
Teknologi bukan lagi sekadar untuk kesenangan yang menghilangkan kebosanan tetapi media dan sumber ajar yang memudahkan ustadz untuk mencapai kesuksesan berda'wah
Masjid sebagai pusat kehidupan dan perubahan...

PS: makin kece aja nih mudir gua :D

Mengejar Sempurna

2komentar
Setiap orang menginginkan kesempurnaan. Entah itu hasil kerja yang sempurna, nilai ujian yang sempurna, kuliah di universitas ternama, dan pasti tentunya jodoh yang sempurna. Kita selalu menuntut sesuatu harus memiliki nilai yang sempurna. Seperti, ketika kita mendapati hasil ujian kita tidak mendapatkan nilai yang sempurna. Melihat hasil kerja kita selama ini ternyata tidak mendapatkan IPK cumlaude (sempurna) Serasa seperti ada yang mengganjal di dada, bukan?

Mungkin ketika kita menentukan kriteria jodoh seperti apa yang kita ingin kan.
"Aku ingin istri yang sholehah, hafidzah, pinter masak, dokter, cantik, putih, bla bla bla..." Hey, sudah cukup sempurna kah kita untuk pantas mendapatkan istri "sesempurna" itu?

Sempurna.
Bisakah kita mengejar kesempurnaan? Adakah sesuatu di dunia ini yang sempurna?
Kita selalu merasa kurang akan diri kita sendiri. Merasa bahwa diri kita tidak seberuntung dia atau mereka. Pernah kah kita merasa bahwa apa yang telah kita dapat saat ini terlihat sempurna juga dihadapan orang lain? kehidupan yang selama ini kita jalani rupanya sangat didamba-dambakan oleh orang lain. Nilai ujian yang kita anggap "hanya mendapat B" ternyata menjadi sebuah hasil yang memuaskan bagi orang lain. Smartphone yang kita anggap butut ketinggalan zaman ternyata sudah sangat maju dan canggih di mata orang lain. Universitas yang kita katakan "nggak keren" dimana kita kuliah saat ini ternyata banyak seklai orang yang menginginkan untuk menuntut ilmu di sana

Perjalanan

0komentar
Kebun Teh Kemuning, Karanganyar
Perjalanan adalah tentang pemaknaan.
Perjalanan mengajarkan kita arti dari sebuah pengertian dan toleransi. Lewat perjalanan kita memiliki kesempatan untuk mengenal manusia dengan lebih manusiawi. Mau kah kita sedikit berhijrah dan membuka pikiran untuk menerima hal-hal baru? Karena banyak salah paham lahir dari ketidaktahuan.

Jadi, kapan kita traveling bareng?
 

My Online Note © 2010

Blogger Templates by Splashy Templates