Cerpen ini sedang saya ikut sertakan dalam lomba cerpen yang diselenggarakan oleh NURANI1437 organized by HAWASI UII. Mungkin ini adalah cerpen perdana saya. Entah tulisan ini disebut cerpen atau tidak saya hanya ingin menulis. Menulis untuk belajar dan menulis untuk berbagi. Semoga bermanfaat.Penutup senja.
Hujan mereda di Sleman, Yogyakarta.
Husam selesai memakai sarung. Dia sudah berpakaian rapi, memakai peci, dan tak lupa memakai minyak wangi. Husam bercermin. Dia sudah rapi. Siap untuk berangkat.
Hari ini adalah hari pertama Husam di bulan Ramadhan di tanah rantau, Jogja. Ramadhan kali ini juga menjadi Ramadhan kedua Husam tanpa kedua orang tua. Husam kehilangan kedua orang tuanya (meninggal) dua tahun silam. Tepat setelah lebaran. Kini dia hidup sendiri dan melanjutkan pendidikannya di Kota Pelajar.
Ada yang mengetuk.
“Sam, ayo berangkat” Suara Sopyar teman satu kontrakan Husam.
“Iya Sop, bentar”
Husam dan Sopyar pergi ke masjid untuk sholat isya dan tarawih. Seperti biasa mereka mengendarai motor karena jarak kontrakan sampai masjid cukup jauh hanya dengan berjalan kaki. Husam membonceng di belakang duduk menghadap samping seperti perempuan memakai rok saat berbonceng.



