Mungkin ungkapan maaf tak pernah sempat aku ucapkan
Di akhir sisa hidupmu bahkan aku belum sempat membuatmu bahagia
Hanya salam tanganmu di pipiku yang menjadi akhir perjumpaan kita
Aku takut aku lupa betapa hangatnya sapaanmu
Betapa nyamannya tidur di pangkuanmu
Karena aku sadari sepenuhnya
Kaulah segalanya
Tempatmu hanya sederajat di bawah Allah dan Rasul-Nya
Tiga kali lipat di atas ayah kau lebih mulia
Surga ada di bawah telapak kakimu
Kau pintu surga anak-anakmu
Makhluk yang paling berhak terhadap diriku adalah dirimu
Perintah Al-Quran untuk bakti hanya menyebut jasamu
Al Adabul Mufrod karya Al Bukhari membuka dengan bab tentangmu
pada
08.13
Peduli apa dengan mereka
Ketika awal bersua
Namapun tak mengerti
Apalagi pribadi
Itulah awal sebuah relasi
Setelah begitu lama
Bercengkrama bersama
Saling mengerti
Saling memahami
Kadang...
Adakala marai emosi
Iri hati, sinis benci, bahkan dengki
Tak sudi saling menatap
Hanya nafsu amarah yang mengendap
15 Agu 2015
Sahabat dalam Kata
0komentar
Ditulis oleh -
Unknown
Peduli apa dengan mereka
Ketika awal bersua
Namapun tak mengerti
Apalagi pribadi
Itulah awal sebuah relasi
Setelah begitu lama
Bercengkrama bersama
Saling mengerti
Saling memahami
Kadang...
Adakala marai emosi
Iri hati, sinis benci, bahkan dengki
Tak sudi saling menatap
Hanya nafsu amarah yang mengendap
Langganan:
Postingan (Atom)




