22 Des 2015

Maaf Ibu

Mungkin ungkapan maaf tak pernah sempat aku ucapkan
Di akhir sisa hidupmu bahkan aku belum sempat membuatmu bahagia
Hanya salam tanganmu di pipiku yang menjadi akhir perjumpaan kita
Aku takut aku lupa betapa hangatnya sapaanmu
Betapa nyamannya tidur di pangkuanmu
Karena aku sadari sepenuhnya
Kaulah segalanya
Tempatmu hanya sederajat di bawah Allah dan Rasul-Nya
Tiga kali lipat di atas ayah kau lebih mulia
Surga ada di bawah telapak kakimu
Kau pintu surga anak-anakmu
Makhluk yang paling berhak terhadap diriku adalah dirimu
Perintah Al-Quran untuk bakti hanya menyebut jasamu
Al Adabul Mufrod karya Al Bukhari membuka dengan bab tentangmu



Doa ampunan dan kasih sayang selalu terkirimkan untukmu
Setelah amal dan dalam sujud panjangku selalu kado doa untukmu
Bahkan,
Bakti kepadamu tak terhenti setelah tiadamu
Untuk mengantar yang terbaik hingga peristirahatan indahmu
Untuk semua janji, kewajiban, dan wasiatmu
Untuk saudara dan kerabatmu
Untuk teman baikmu
Karena seluruh hidupku untukmu,
di setiap hela nafasku
Sadar, tawaf menggendongmu tak mampu membalas setetes air susumu
Karena bakti tak mengenal hari, walaupun dirimu telah tiada kini…


22 Desember 2015 || terinspirasi dari tulisan Ustadz Budi Ashari, Lc

0 komentar:

Posting Komentar

 

My Online Note © 2010

Blogger Templates by Splashy Templates