7 Feb 2016

Mengejar Sempurna

Setiap orang menginginkan kesempurnaan. Entah itu hasil kerja yang sempurna, nilai ujian yang sempurna, kuliah di universitas ternama, dan pasti tentunya jodoh yang sempurna. Kita selalu menuntut sesuatu harus memiliki nilai yang sempurna. Seperti, ketika kita mendapati hasil ujian kita tidak mendapatkan nilai yang sempurna. Melihat hasil kerja kita selama ini ternyata tidak mendapatkan IPK cumlaude (sempurna) Serasa seperti ada yang mengganjal di dada, bukan?

Mungkin ketika kita menentukan kriteria jodoh seperti apa yang kita ingin kan.
"Aku ingin istri yang sholehah, hafidzah, pinter masak, dokter, cantik, putih, bla bla bla..." Hey, sudah cukup sempurna kah kita untuk pantas mendapatkan istri "sesempurna" itu?

Sempurna.
Bisakah kita mengejar kesempurnaan? Adakah sesuatu di dunia ini yang sempurna?
Kita selalu merasa kurang akan diri kita sendiri. Merasa bahwa diri kita tidak seberuntung dia atau mereka. Pernah kah kita merasa bahwa apa yang telah kita dapat saat ini terlihat sempurna juga dihadapan orang lain? kehidupan yang selama ini kita jalani rupanya sangat didamba-dambakan oleh orang lain. Nilai ujian yang kita anggap "hanya mendapat B" ternyata menjadi sebuah hasil yang memuaskan bagi orang lain. Smartphone yang kita anggap butut ketinggalan zaman ternyata sudah sangat maju dan canggih di mata orang lain. Universitas yang kita katakan "nggak keren" dimana kita kuliah saat ini ternyata banyak seklai orang yang menginginkan untuk menuntut ilmu di sana


Kita disibukkan dengan membanding-bandingkan apa yang kita miliki dengan milik orang lain ketimbang kita mensyukuri apa yang telah kita miliki dan mengatakan, "Alhamdulillah, hidupku sempurna"
Jika setiap manusia punya takdir dan nasib yang berbeda-beda, kenapa harus membandingkan diri kita dengan mereka?
Rasa kurang sempurna itu tumbuh karena banyaknya keegoisan untuk selalu ingin mendapatkan apa yang diinginkan bukan yang dibutuhkan. Semoga kita bisa memahami bahwa yang diberikan sampai saat ini adalah yang kita butuhkan.
“Hiduplah dengan sederhana. Sederhana dalam hidup, tapi tidak dalam berbuat baik.”
Kembali tanyakan pada diri sendiri; sudah cukup sempurnakah hidup kita saat ini?

2 komentar:

rahmatnnazali95 mengatakan...

keren e :3

Unknown mengatakan...

Wahaha sebuah kata sindiran atau pujian? XD

Posting Komentar

 

My Online Note © 2010

Blogger Templates by Splashy Templates