Sesuai dengan namanya, hidangannya pun emang sangat khas kampung. Dengan khas lampu remang-remang dan menu istimewa nasi segempalan tangan dengan suwiran bandeng dan sambel secukupnya yang sering disebut nasi kucing. Begitu juga harganya yang khas kampung juga dan berbagai hidangan-hidangan tambahan seperti gorengan, sate usus, capcay, dll sebagai pelengkap teman ngobrol kita sehingga kita betah-betah lama duduk berjam-jam.
Dan yang bikin gw berkesan, semua manusia dari kalangan atas sampai kalangan bawah ketika mereka sudah masuk di HIK area dan duduk disana. Mereka sudah lupa akan status sosial mereka. Gak pikir mereka kaya apa miskin, pinter apa agak gak pinter *karena gak ada yang bodoh di dunia ini* bodo amat, mereka semua kumpul bareng di situ dan membicarakan berbagai hal. Mulai jemuran tetangga yang kemarin habis dimaling, kambing yang kemarin dihamilin anak tetangga*emang bisa ya* sampai hal-hal yang mencakup dunia perpolitikan mereka semua bahas di tempat itu.
Entah kenapa HIK ini adalah sesuatu yang bikin Solo itu hidup. Walaupun mungkin di tempat selain Solo itu ada HIK juga, tapi ini beda! Solo memiliki, ya bisa gw sebut 1001 HIK lah. Why? Karena kalian bakalan menemukan tempat ini di berbagai persimpangan kampung. Kadang juga ada yang di bawah pohon rindang, di pinggir jalan protokol, pokoknya ada dimana-mana deh. Mungkin juga ini yang bikin Solo itu disebut Las Vegas nya Indonesia. Kota yang selalu hidup sepanjang malam. Karena HIK itu biasanya dibuka jam-jam habis maghrib sampe menjelang subuh. So jangan khawatir yang kalian biasanya merasakan perut keroncongan di tengah malam, HIK lah solusinya :)
HIK merupakan salah satu warisan budaya *iya ya? budaya bukan?* yang patut untuk dilestarikan. dan gw berharap Pemkot Solo bisa memfasilitasi dan mengembangkan keunikan HIK ini menjadi salah satu 7 dari keajaiban dunia *eh bukan* maksud gw jadi salah satu tempat wisata yang wajib buat dikunjungi. Ntar kan keren tuh, belum dikatakan ke Solo kalau belum pernah mampir ke HIK, hihi...
Nih gw punya slogan yang pas buat HIK, "Harga merakyat, rasa konglomerat"
Terakhir dari gw, KEEP CALM and STAY in HIK!! :D





0 komentar:
Posting Komentar