30 Nov 2013

Solo Aku, Solo Kamu

Sang Mentari mulai menampakkan silaunya. Dedaunan masih merembes basah oleh embun. Angin berhembus menerbangkan helai demi helai dedaunan yang mulai tua. Mega langit yang sebelumnya tampak keruh kini mulai menampakkan keelokannya. Suara-suara kicauan burung beradu memanjakan kedua daun telingaku. Terdengar dari kejauhan sayup-sayup suara laju gerbong kereta api dan bel kendaraan bergema.
Ku kontraksikan dan ku penuhi rongga dadaku dengan semilir udara pagi ini. Aroma khas Solo yang setiap aku menghirupnya menjadikan ku selalu bersyukur dilahirkan di kota kecil ini.
Ku beranikan untuk beranjak dari zona nyamanku untuk tidak terlelap lagi dalam manisnya mimpi. Ku kenakan alas kaki dan mulai ku melangkah meninggalkan gubuk megahku untuk sekedar menikmati betapa indahnya pagi ini. Hembusan lembut menemani setiap derap langkah kakiku. Seiring di tengah perjalananku, seorang ibu-ibu atau bapak-bapak kerap menyapa lembut dan menyunggingkan senyum paling bahagianya untukku. "monggo mas..." sapa mereka. Mungkin ini yang membuat ku menempatkan kota solo pada ruang spesial di hatiku. Keramahan dan sikap mereka terhadap sesama, entah itu mereka kenal baik, hanya sekedar kenal, atau bahkan tidak mereka kenal. Senyuman tulus yang mereka sedekahkan untuk sekedar menegur kita. Sederhana, tapi luar biasa.
"monggo bu, mau kemana?" balas ku tak kalah ramah dengan senyuman terindahku.
Ku putuskan untuk melanjutkan langkah kakiku ke Slamet Riyadi, pusat keramaian kota Solo. Kala itu jalanan masih sepi. Yang biasanya sudah mulai dipadati kendaraan tapi kini mulai dipadati orang-orang yang memiliki keputusan yang sama dengan ku, meninggalkan zona nyaman dan memilih untuk menikmati dan mensyukuri pagi ini. Car Free Day atau biasa orang-orang menyebutnya CFD. Event rutin yang diadakan Pemkot Solo setiap hari minggu. Berlokasi di sepanjang jalan Slamet Riyadi. Event yang memfasilitasi dan memberi wadah bagi manusia-manusia yang lebih memilih untuk menikmati dan menghabiskan pagi untuk menyelami dunia nyata bukan dunia fantasi. Event dimana semua manusia berkumpul dalam satu tempat dengan status sosial yang berbeda. Sederhana, tapi luar biasa
Hawa yang tadinya dingin kini mulai hangat. Matahari mulai menampakkan sedikit demi sedikit permukaannya. Di sudut-sudut trotoar ku melihat petugas-petugas pembersih mulai menyapu jalanan. Tidak sungkan juga ku ikut memunguti beberapa sampah untuk meringankan pekerjaan mereka, manusia-manusia yang berjasa menjaga kota Solo tetap bersih.
Ku susuri pafing-pafing city walk yang mulai dipadati manusia-manusia berlalu-lalang dari arah barat dan timur. Para penjual makanan juga tak mau kalah ikut andil memenuhi city walk. Ku sempatkan membeli sepincuk nasi liwet di ujung persimpangan sriwedari. Beralaskan kloso dan di naungi oleh pohon yang rindang, ku mulai mendekatinya. "bu, sego liwet setunggal nggih?" sapa ku dibarengi dengan senyum terindahku. "sekedap nggih, mas" balasnya. Ku lihat sekelilingku. Orang-orang yang sibuk dengan aktifitas mereka masing-masing. Bersama keluarga, pasangan, teman-teman, bahkan ada juga yang menikmati indahnya pagi ini dengan seorang diri. Ya, seperti ku. Beberapa saat kemudian pesananku sudah jadi. "monggo mas..."sambil di ulurkannya sepincuk sego liwet pesananku. "matur suwun nggih, bu."
Sego Liwet, butiran nasi gurih ditaburi suwiran ayam dengan ditemani secuil tahu kuning dan telor separo. Disiram basah oleh hangatnya sayur jipan. Harga merakyat rasa konglomerat. Sederhana tapi luar biasa.
Setelah ku selesaikan santapan pagiku, ku lanjutkan menuju tempat favorit ku tuk berpijak di setiap CFD. Dari bawah pohon rindang yang dijaga ketat oleh dua meriam yang berdiri kokoh ku mulai melangkah. Kali ini ku menyebrang menuju sisi utara jalan Slamet Riyadi. Melewati megahnya gedung pengadilan negeri. Ku sempatkan menyunggingkan senyuman pada seorang bapak-bapak yang berpapasan dengan ku. Mulai ku menapaki setiap anak tangga biru yang tepat berada di depan pagar gedung pengadilan negeri. Satu demi satu anak tanggan ku lewati. Terus naik ke atas, dan wuush~ angin yang lebih kencang dari sebelumnya menyibakan rambut ku. pemandangan yang memikat terpampang jelas dari tempat ini. Tepat di atas jalan layang yang menghubungkan sisi utara dan selatan Slamet Riyadi aku bisa melihat jelas sepanjang jalan Slamet Riyadi yang di penuhi oleh kerumunan manusia. Sejauh mata memandang Slamet Riyadi kala itu bagaikan lautan manusia. Mataku sedikit tersilaukan oleh cahaya mentari yang mulai meninggi. Hangatnya pancaran kasih sayang mentari melengkapi keajaiban yang ku temukan pagi ini. Ku tengadahkan kepalaku keatas. Ku tarik nafas dalam-dalam sambil ku pejamkan mata. Betapa bersyukurnya aku masih bisa bernafas di pagi ini, menikmati keindahan dan aura aroma kota Solo. Kota tempat ku pertama kali menghirup nafas 19 tahun yang lalu. Kota yang telah mendidikku betapa indahnya arti hidup dan bagaimana cara menghargai hidup. Kota yang telah menjadi saksi perjalanan ku menapaki hidup dari tertatih hingga ku bisa berdiri tegap sekarang.
Kota yang memiliki 1001 keunikan dan keberagaman di dalamnya. Mulai dari Sego Liwetnya, Serabi, HIK, Becak, BST, Balapan, Kratonan, Galabo, Bengawan Solo, sikap dan tutur kata warganya, sampai event-event nasional dan internasional yang sering di adakan di Solo. Mereka semua memiliki arti tersendiri yang membuatku selalu ingat dan rindu pada kota ini. Solo, kemegahan di dalam kesederhanaan. Solo, sederhana tapi luar biasa. Kota dimana tokoh-tokoh nasional berasal. Gesang dengan Bengawan Solonya, Rendra dengan burung meraknya, Jokowi dengan pengabdiannya pada Solo, dan masih banyak lagi. Ah indahnya Solo....
Tiba-tiba lamunan ku terbuyarkan oleh suara yang berasal dari bawah. Oh ya, itu temanku yang memanggil. Aku masih sedikit ternginang oleh lamunanku tadi. Sebelum ku turun, ku sempatkan tersenyum pada langit dan berucap, "Terima kasih Allah, engkau telah memijakkan langkah awalku di kota kecil ini dan menghirup semerbak aromanya. Semoga manusia lain juga bisa merasakan betapa bersyukurnya mereka masih diizinkan untuk menghirup udara pagi di kota unik ini."


Kontes Tulisan Tentang Solo

0 komentar:

Posting Komentar

 

My Online Note © 2010

Blogger Templates by Splashy Templates